[Puisi] Ayah, Sebuah Nama yang Kurindukan

” Dimana akan kucari

  Aku menangis seorang diri

  Hatiku selalu ingin bertemu

  Untukmu aku bernyanyi

  Untuk Ayah tercinta

  Aku ingin bernyanyi

  Walau air mata dipipiku

  Ayah dengarkanlah

  Aku ingin berjumpa

  Walau hanya dalam mimpi

  Lihatlah hari berganti

  Namun tiada seindah dulu

  Datanglah aku ingin bertemu

  Denganmu aku bernyanyi

  Untuk Ayah tercinta

  Aku ingin bernyanyi

  Walau air mata dipipiku

  Ayah dengarkanlah

  Aku ingin berjumpa

  Walau hanya dalam mimpi “

Untuk Ayah di “Hari”mu..

 

Pada puisi ini ijinkan aku, ayah..

Bercerita tentang gerimis yang Mengiringi kepergianmu

Atau hujan yang membasahi pilar nisanmu

Pohon kamboja mulai meranggas ,

Meski bunga kecil berteduh di bawah daun-daun kering

Pada puisi aku datang ayah Bukan hendak menggugat takdir kematianmu

Atau menghujat sangat pemilik maut

Kali ini ingin aku katakan Kepergianmu adalah pelajaran tanpa kamus

Perenungan panjang untuk dipahami

Bahwa hidup adalah pembuktian

Tuk wujudkan syukur dan sabar

Ketika harus menjalani skenarioNya

Pada puisi aku akan kembali menemui ayah

Lewat goresan pena yang mengajariku tentang arti kematian

Kali ini ingin ku katakan

Kepergianmu adalah kesedihan dalam hatiku

Untuk mewujudkan syukur dan Sabar

Aku akan kembali ke pangkuanmu Ayah

Lewat lantunan puisi

Yang menyaksikan daun-daun yang Berguguran tanpa batang

 

 

AYAH

Anginpun tersesat ketika harus mencarimu menyampaikan salam yang kutitipkan

Daun-daun hanya bisa gugur ketika aku menceritakan ini padanya

Baktiku hanya tersisa doa… sementara, durhakaku kepadamu menjadi tumpukan sesal

Dalam hitungan nafas yang saat kutuliskan puisi ini

Kau hanya diam membisu di balik nisan yang memahat namamu

Ayah… Kepadanya tanganku menadah

Didadanya kulepaskan segala gundah

Ayah tak pernah lelah

Dan selalu mengalah Walau anaknya kerap bikin susah

Ayah… Ada dan tiada kau selalu kucinta

Kepada Allah kuhaturkan Do’a

Semoga ayah selalu bahagia

Dimanapun raga dan jiwamu berada

Ayah… Kurindukan hadirmu disisiku

Walaupun kini kita tak mampu bersua

Namun ayah selalu dihati…

 

AYAH…

Aku tak mampu mengantar kepergianmu

Langit mendung turut berduka

Orang-orang riuh rendah becerita Tentang segala amal kebaikanmu

Aku datang kepadamu, ayah

Semilir di bawah kamboja dan nisanmu

Aku menangis dan berdoa

Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu

Kepergianmu seketika mendewasakanaku

Mengajarkan aku betapa penting arti hidup

Untuk menjadi berguna bagi sesama

Kepergianmu mengajarku

Bagaimana harus mencintai dan menyayangi

Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar

Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya

Hingga saat terakhir hayatmu

Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu

Hari ini aku menemuimu, ayah

Lewat sebait puisi untuk mengenangmu

Bila datang saatnya nanti

Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu

Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa

Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Aminn…

 

Ayah, Aku merindukanmu..

Comment Like Oxygen ^.^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s