[Tulisanku] 7 Habits

Selama satu tahun menjalani aktivitas perkuliahan, saya mencoba menerapkan apa yang saya dapatkan selama 7 habits.

                “Jadilah Proaktif” : Mula-mula saya sedikit kaget menghadapi agenda perkuliahan yang pelaksanaannya terasa begitu cepat. Awalnya saya masih dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dosen dengan tepat waktu. Dan semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Tetapi, lama-kelamaan saya dihadapkan oleh masalah manajemen waktu. Salah satunya ketika saya bingung harus memilih satu dari dua UKM yang saya ikuti. Karena kegiatan unit tersebut diadakan diwaktu yang bersamaan. Saya mencoba bersikap proaktif dengan mempertimbangkan untuk memilih aktif hanya di salah satu dari dua unit tersebut.

                “Mulailah dengan Tujuan Akhir” : Saya mungkin belum seratus persen menerapkan kebiasaan ini. Saya selalu mengerjakan apa yang harus saya lakukan dan apa saja yang ingin saya lakukan. Sejauh ini kegiatan-kegiatan tersebut sejalan dengan misi saya, yaitu “Akan terus belajar, mencari pengalaman baru, menggunakan waktu se-efektif mungkin”. Namun saya masih kesulitan dalam menerapkan “Dahulukan yang Utama”. Misalnya, ketika esok hari akan diadakan kuis kalkulus, saya justru memilih mengerjakan tugas fisika terlebih dahulu. Padahal saya belum seratus persen memahami materi kalkulus yang akan diujikan. Akibatnya, saat kuis saya merasa kesulitan saat mengerjakan.

                Poin selanjutnya yaitu “Berpikir Menang-menang”. Lagi-lagi kebiasaan ini belum bisa saya terapkan. Contohnya ketika saya praktikum. Saat itu, waktu yang diberikan untuk praktikum hanya tinggal beberapa menit saja, membuat saya panik untuk segera menyelesaikan jurnal. Saat itu pula teman saya bertanya karena ia masih belum paham materi yang dipraktikan. Tetapi bukannya menjawab pertanyaan teman saya, saya malah memilih mengerjakan jurnal saya tanpa memperdulikan teman saya itu. Seharusnya saya menjawab dulu pertanyaannya baru kembali mengerjakan jurnal sehingga baik saya maupun teman saya itu mengerti.

                Habit keempat tentu berhubungan erat dengan habit kelima. Mungkin karena habit keempat belum terlaksana dengan baik, maka habit kelima pun penerapannya belum optimal. Namun pada satu contoh, saya sudah mulai menerapkan habit kelima “Memahami terlebih dahulu, baru dipahami”. Saya membangun persahabatan dengan kedua teman sekamar saya di asrama. Kami saling belajar untuk saling mendengarkan dan saling memahami. Contoh konkret nya yaitu kami saling mendengarkan curhat, saling membantu jika ada yang kesulitan, dan belajar bersama.

Karena habit keempat dan habit kelima belum maksimal, maka penerapan untuk habit keenam “Sinergi” juga masih minim.

            “Asahlah Gergaji” adalah habit ketujuh dan saya mencoba menerapkannya dengan melakukan pembaharuan terhadap diri saya. Saya berolahraga rutin setiap minggu, belajar bersama teman, membangun persahabatan, mengikuti kegiatan unit, dan jalan-jalan bersama teman. Menurut saya, saya telah menerapkan habit ketujuh dengan baik.

            Kesimpulan yang saya dapatkan adalah saya harus berusaha maksimal untuk menerapkan semua kebiasaan baik ini, agar manfaat yang saya rasakan juga maksimal.

***

Sekian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih. J

Comment Like Oxygen ^.^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s